Doa dan taubat

30 Jun 2010 at 11:50 pm | Dikirim dalam Islam Itu Mudah | Tinggalkan komen
Label: , , , ,

Aku hidup ini adalah untuk bergantung kepada Allah. Apabila aku buat dosa, aku mesti minta ampun kepada Allah. Apabila aku minta ampun, Allah tak jemu memberi keampunan, bahkan membebaskan diri dari kesedihan, memberi jalan keluar kepada kesempitan dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Oleh itu, tidak ada apa-apa yang aku perlu fikir dan risaukan jika aku memohon ampun kepada Allah.

====================================================

Sabda Rasulullah Saw: “Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan menghapuskan kalian dari muka bumi dan mendatangkan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT dan Allah SWT pun mengampuni mereka.”
[Hadits diriwaytkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abi Hurairah. Sahih Jami' Shagir (7074)]

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. an-Nisa: 110.].

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan dosa pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka mintalah ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni kalian.” [Hadits diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abi Dzar]

“Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun- , niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [QS. Nuh: 10-12]

“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu.” [QS. Huud: 52]

Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Aku bertanya: Wahai Rasulullah! Apa pendapat kamu sekiranya aku mengetahui (mendapati) malam lailatulqadar, apakah yang harus aku baca pada malam tersebut? Baginda s.a.w. bersabda: “Bacalah doa: Yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Pengampun dan suka memberi pengampunan, oleh yang demikian ampunilah diriku).”
(Hadis riwayat Imam Tirmizi).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan membebaskannya dari kesedihan, akan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya, dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (HR. Abu Daud). (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak, 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh
(Hamisy Al-Musnad, 4/55)

Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku. Dia berkata; Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayyah- menuturkan kepada kami dari Abdul Aziz -yaitu Ibnu Shuhaib-, dia berkata;
Qatadah bertanya kepada Anas, “Doa apakah yang paling banyak dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka Anas menjawab, “Doa yang paling
sering beliau panjatkan adalah ‘Allahumma aatinaa fid dun-ya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaban naar’ (Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka).” Qatadah mengatakan, “Merupakan kebiasaan Anas apabila ingin memanjatkan doa maka beliau berdoa dengan doa itu. Kemudian apabila dia ingin meminta sesuatu maka beliau menyertainya dengan doa ini” (HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar, lihat Shahih Muslim cet. Dar al-Kutub al-Ilmiyah, hal. 1037)

“Semua keturunan Adam adalah orang yang pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah, Ad Darimi, Al Hakim. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih)

Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii”, karena do’a ini telah mencakup dunia dan akhiratmu. (HR. Muslim no. 36 dan 2697) Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).” Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Tinggalkan Komen »

Suapan RSS untuk komen-komen bagi kiriman ini. URI Trackback

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entri-entri dan komen feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: