Menjaga solat fardhu boleh masuk syurga

10 Julai 2010 at 11:54 pm | Dikirim dalam Islam Itu Mudah | Tinggalkan komen
Label: , , , , , , , ,

Solat wajib pun sudah besar kelebihannya. Solat sunat ini aku buat seperti tahiyatul masjid semasa hari Jumaat. Selain dari itu adalah terawih, pahala pun besar. Solat sunat lain aku tak buat. Solat wajib sama dengan menambah pahala dan mengurangkan dosa. Kalau aku ada dosa akan terhapus jika solat wajib. Jika aku solat wajib pahala bertambah. Apabila dosa berkurang dan pahala bertambah, nanti timbangan di akhirat akan berat ke syurga. Jadi, tiada lagi ganjaran lain yang aku harapkan dengan solat. Memanglah banyak sunnah Nabi saw melakukan solat sunat, tetapi ada banyak jalan lain boleh menuju ke syurga. Dalam hadis Muslim, orang yang bunuh 99 orang dan pelacur memberi minum kepada anjing pun boleh masuk syurga disebabkan amalan mereka melebihi kejahatnnya. Sedekah, puasa, umrah, zikir, doa, berbuat baik kepada orang dan lain-lain lagi sunnah Nabi saw merupakan kunci untuk ke syurga. Sebab itu aku tumpukan kepada solat yang wajib dan buat amalan sunnah yang lain.

====================================================

“Seseorang dari Nejd datang kepada Rasulullah s.a.w. dengan rambut terurai, kami mendengar berisik suaranya, tetapi kami tidak memahaminya, sehingga dia mendekat kepada Rasulullah. Dan ternyata dia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah menjawab: “Solat lima kali sehari semalam”. Dia bertanya: “Apakah ada kewajipan bagiku selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu ingin mengerjakan (solat) sunat.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Dan puasa Ramadhan.” Orang itu bertanya: “Apakah ada lagi puasa yang wajib bagiku selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu mengerjakan puasa sunah.” Kemudian Rasulullah menerangkan kewajipan zakat. Maka dia bertanya: “apakah ada kewajipan selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu bersedekah sunah.” Kemudian pergilah orang itu sambil berkata: “Demi Allah saya tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu.” Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sungguh bahagia dia, jika jujur(dalam ucapannya itu).”
[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

“Ma’dan bin Abi Thalhah berkata,”Aku pernah menemui Tsauban, hamba yang dimerdekakan Rasulullah, lalu kutanyakan, ‘Katakanlah kepadaku tentang perbuatan yang dapat kulakukan, yang dengannya Allah dapat memasukkan aku ke syurga?.’ Atau dia bertanya:’Tentang perbuatan yang paling dicintai Allah?’ Kemudian dia(Tsauban) diam. Lalu kutanyakan lagi, dan dia tetap diam. Kutanyakan yang ketiga kalinya, akhirnya dia menjawab, ‘Aku pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang hal itu. Baginda menjawab, “Hendaknya kamu memperbanyak sujud, kerana tidaklah kamu bersujud sekali sujud kepada Allah, melainkan Allah mengangkat darjatmu dan menghapuskan kesalahanmu”. Ma’dan berkata,”Kemudian aku berjumpa Abu Darda’ dan kutanyakan kpdnya. Dia menjawab seperti jawapan Tsauban kepadaku.”
[H.R. Muslim,At-Tirmidzi dan An-Nasa’i]

“Solat lima waktu dan satu Jumaat dengan Jumaat setelahnya adalah penghapus dosa yang terjadi di antara semuanya, selama dosa besar tidak dilakukan.”
[H.R. Muslim]

Dari Abu Umamah ra., dia berkata: “Ketika Rasulullah s.a.w. berada di masjid duduk bersama kami, tiba-tiba seseorang datang kepadanya lalu lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan kejahatan, maka hukumlah aku.” Rasulullah diam, dan dia mengulangi kembali pernyataannya. Rasulullah tetap diam tidak menjawab. Sedangkan qamat untuk solat telah diserukan. Maka, ketika Rasulullah s.a.w. (selesai solat) keluar, orang itu mengikutinya dan aku (Abu Umamah) pun mengikutinya dan menunggu jawapan Rasulullah s.a.w. kepadanya. Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya: “Bukankah ketika keluar dari rumah, kamu berwuduk dengan baik?” Dia menjawab: “Ya, wahai Rasulullah s.a.w.” Kemudian Rasulullah bertanya: “Kemudian kamu solat bersama kami?”. Dia menjawab: “Ya Rasulullah”. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah swt. Telah mengampuni dosamu.”
[H.R. Muslim,Abu Daud dan Al Bukhari dari Anas

Rasulullah s.a.w. bersabda:“Barangsipa mengerjakan solat Isyak dengan berjamaah, maka dia seperti bangun tengah malam(solat lail) dan barangsiapa solat subuh dengan berjemaah, maka dia seperti solat malam seluruhnya.”
[H.R. Muslim]

“Solat seseorang dengan berjamaah(pahalanya) melebihi solat di rumah atau di pasar dengan dua puluh lima ganda. Ini kerana, apabila dia telah berwuduk dan sempurnakan wuduknya, kemudian keluar menuju Masjid dengan semata-mata untuk solat, maka dia tidak akan melangkah satu langkah melainkan dihapuskan baginya satu kesalahan, kemudian apabila dia solat maka malaikat selalu mendoakannya, selama dia masih berada di tempat solatnya,(dengan mengucapkan), “Ya Allah berilah rahmat kepadanya, dan kasih sayangilah dia.” Dan kamu selalu dalam solat selama menanti solat.”
[H.R. Al Bukhari-Muslim]

“Celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya.” (Al-Ma’un: 4-5)

Pada suatu hari, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam berbicara tentang shalat, sabda beliau: “Barangsiapa menjaga shalatnya maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat nanti. Dan barangsiapa tidak men-jaga shalatnya, maka dia tidak akan memiliki cahaya, tidak pula bukti serta tidak akan selamat. Kemudian pada hari Kiamat nanti dia akan (dikumpulkan) bersama-
sama dengan Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay Ibnu Khalaf.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Ibnu Hibban, hadits shahih)

Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: “(Yang menghilangkan pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR.Muslim)

Doa dan taubat

30 Jun 2010 at 11:50 pm | Dikirim dalam Islam Itu Mudah | Tinggalkan komen
Label: , , , ,

Aku hidup ini adalah untuk bergantung kepada Allah. Apabila aku buat dosa, aku mesti minta ampun kepada Allah. Apabila aku minta ampun, Allah tak jemu memberi keampunan, bahkan membebaskan diri dari kesedihan, memberi jalan keluar kepada kesempitan dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Oleh itu, tidak ada apa-apa yang aku perlu fikir dan risaukan jika aku memohon ampun kepada Allah.

====================================================

Sabda Rasulullah Saw: “Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan menghapuskan kalian dari muka bumi dan mendatangkan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT dan Allah SWT pun mengampuni mereka.”
[Hadits diriwaytkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abi Hurairah. Sahih Jami’ Shagir (7074)]

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. an-Nisa: 110.].

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan dosa pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka mintalah ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni kalian.” [Hadits diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abi Dzar]

“Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun- , niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [QS. Nuh: 10-12]

“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu.” [QS. Huud: 52]

Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Aku bertanya: Wahai Rasulullah! Apa pendapat kamu sekiranya aku mengetahui (mendapati) malam lailatulqadar, apakah yang harus aku baca pada malam tersebut? Baginda s.a.w. bersabda: “Bacalah doa: Yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Pengampun dan suka memberi pengampunan, oleh yang demikian ampunilah diriku).”
(Hadis riwayat Imam Tirmizi).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan membebaskannya dari kesedihan, akan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya, dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (HR. Abu Daud). (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak, 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh
(Hamisy Al-Musnad, 4/55)

Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku. Dia berkata; Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayyah- menuturkan kepada kami dari Abdul Aziz -yaitu Ibnu Shuhaib-, dia berkata;
Qatadah bertanya kepada Anas, “Doa apakah yang paling banyak dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka Anas menjawab, “Doa yang paling
sering beliau panjatkan adalah ‘Allahumma aatinaa fid dun-ya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaban naar’ (Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka).” Qatadah mengatakan, “Merupakan kebiasaan Anas apabila ingin memanjatkan doa maka beliau berdoa dengan doa itu. Kemudian apabila dia ingin meminta sesuatu maka beliau menyertainya dengan doa ini” (HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar, lihat Shahih Muslim cet. Dar al-Kutub al-Ilmiyah, hal. 1037)

“Semua keturunan Adam adalah orang yang pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah, Ad Darimi, Al Hakim. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih)

Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii”, karena do’a ini telah mencakup dunia dan akhiratmu. (HR. Muslim no. 36 dan 2697) Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).” Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Tujuan kita hidup di dunia

20 Jun 2010 at 11:52 pm | Dikirim dalam Islam Itu Mudah | Tinggalkan komen
Label: , , , , , , ,

Aku hidup ini untuk beribadah kepada Allah, hidup dan mati aku disebabkan Allah nak uji siapa yang paling baik amalannya. Apa-apa yang Allah beri di dunia ini untuk menguji tentang apa yang diberikan oleh Allah. Allah tak cipta aku main-main dan akhirat merupakan tujuan aku hidup.

====================================================

Begitu juga mereka mendapatkan Dzat Yang Menciptakan Mereka ini berkata: “Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian ini sia-sia belaka dan kalian mengira bahwa kalian tidak kembali kepada Kami?”
(Al Mu’minun: 115)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
(QS Al-Mukminun ayat 115)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah, 2 : 30)

“Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. [Adz-Dzariyat : 56]

Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al An’am, 6 : 165)

“ Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”
(Al Mulk 67:2)

“ Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
(Al Kahfi 18:7)

“ Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah Arasy-Nya di atas air agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.
(Hud 11:7)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”
(SURAH AL’ANKABUUT, ayat 64)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
(MUHAMMAD, ayat 36)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
(AL AN’AAM, ayat 32)

Islam Itu Mudah

3 Jun 2010 at 10:55 pm | Dikirim dalam Islam Itu Mudah | Tinggalkan komen
Label: , ,

Assalamualaikum wbt. kepada pembaca yang disayangi sekalian. Bacalah dan manfaatkan semua artikel dan bolehlah berbincang untuk bertambah ilmu. Tak payah cerita panjang-panjang, bacalah dalil dari Al-Quran dan hadis.

Islam itu mudah!

Islam adalah agama fitrah iaitu sesuai dengan sifat manusia yang asal. Oleh sebab itu, agama Islam sesuai diamalkan sejak zaman Nabi Muhammad s.a.w. sehingga sekarang.

“Dan sesungguhnya Kami memudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah yang mengambil pelajaran?” (QS. 54:17).

“Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” [QS. Thaha (20) : 2]

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya…” [QS. Al-Baqarah:286]

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….”. [QS.Al-Baqarah : 185]

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
“Permudahlah dan janganlah mempersulit; tenangkanlah dan jangan menggelisahkan.”
(Hadis Riwayat Ahmad)

Sabda Nabi Muhammad s.a.w: “Sesungguhnya Allah suka kalau kemudahan-kemudahan-Nya dimanfaatkan, sebagaimana Dia benci kalau kemaksiatan terhadap perintah-perintah-Nya dilakukan” (HR. Ahmad, dari Ibn ‘Umar ra.).

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.: “Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengutusku untuk mempersulit atau memperberat, melainkan sebagai seorang pengajar yang
memudahkan” (HR. Muslim).

Islam itu mudah dan tidak payah, yang memayahkan adalah diri sendiri.

Dari Nabi Muhammad s.a.w.: “Sesungguhnya agama itu mudah dan tidak sekali-kali seseorang memperberatkan dirinya sendiri dalam melaksanakan agama itu melainkan akan dikalahkan oleh agama itu. Oleh sebab itu, berlaku luruslah dalam beragama itu serta berbuat benarlah. Selain itu, mohonlah pertolongan untuk mengerjakan syariat agama itu pada waktu pagi, petang dan sekadarnya pada waktu malam.” (H.R. Bukhari)

Sertai di perbincangan Islam Itu Mudah di Facebook:

http://www.facebook.com/group.php?gid=108228909195651

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries dan komen feeds.